PALU — Sejak dilantik pada 12 Mei 2025, Muhammad Neng, ST, MM langsung menunjukkan gaya kepemimpinan yang progresif dalam menggerakkan roda organisasi Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Wilayah Sulawesi Tengah.
Rapat Kerja perdana yang digelar Ahad, 3 Agustus 2025 di Hotel Aston Palu menjadi bukti keseriusannya menata langkah organisasi ke arah yang lebih produktif, solid, dan kolaboratif.
Di hadapan sekitar 200 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota KKLR Sulteng, Neng menyampaikan pesan penting bahwa KKLR bukan hanya sekadar wadah silaturahmi, tetapi harus menjadi kekuatan sosial yang nyata dalam mendukung pembangunan di Sulawesi Tengah.
“Rapat kerja ini momentum penting untuk menyusun langkah strategis. KKLR tidak hanya jadi tempat silaturahmi, tapi juga punya tanggung jawab sosial untuk berkontribusi dalam pembangunan Sulteng ke depan,” tegasnya.

Gaya kepemimpinan Muhammad Neng yang dikenal komunikatif dan inklusif tercermin dalam berbagai inisiatif sejak awal masa jabatannya.
Ia aktif membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh KKLR, baik secara langsung maupun lewat platform digital seperti WhatsApp group, agar seluruh elemen merasa dilibatkan dalam dinamika organisasi.
Salah satu langkah nyatanya adalah inisiatif pengadaan dua unit mobil ambulans sebagai bentuk kontribusi sosial organisasi. Unit pertama sudah direalisasikan melalui dukungan Anggota DPR RI dapil Sulteng, Sarifuddin Sudding, sedangkan unit kedua dalam proses pengadaan.
“Kalau kami tancap gas tapi tanpa dukungan bapak/ibu semua, ibarat kendaraan yang tidak bisa berjalan. Maka mari kita majukan organisasi ini bersama-sama agar umur kita diberkahi Allah SWT,” ujar Neng, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Sulteng.
Dalam sambutannya, Neng juga mendorong setiap bidang di struktur organisasi agar menyusun program kerja realistis yang dapat diimplementasikan dalam lima tahun ke depan. Ia menekankan prinsip kerja cerdas dan berdampak, bukan sekadar formalitas di atas kertas.
“Sedikit program, tapi terlaksana jauh lebih baik daripada banyak program tapi tidak berjalan,” tandasnya.

Gaya khas Neng yang santai namun bermakna juga muncul lewat dua pantun yang ia sampaikan saat membuka dan menutup pidatonya. Pantun itu disambut hangat peserta dan mencairkan suasana formal Raker menjadi lebih akrab dan kekeluargaan.
Salah satunya berbunyi,
“Burung merpati berwarna putih,
di atas awan tanpa khawatir,
saya haturkan banyak terima kasih,
pada hadirin yang bersedia hadir.”
Apresiasi pun datang dari berbagai pihak, termasuk dari Badan Pengurus Pusat KKLR yang diwakili oleh Drs. H. Hatamuddin, MM. Ia mengapresiasi langkah cepat dan terukur Muhammad Neng dalam menakhodai organisasi, termasuk suksesnya pelaksanaan Raker ini.
“Pelaksanaan Raker ini tentunya tak semudah yang kita bayangkan. Kami salut Raker ini bisa terlaksana dengan sangat baik,” kata Hatamuddin saat membuka acara.
Dengan visi yang tajam dan pendekatan yang membumi, Muhammad Neng membawa harapan baru bagi eksistensi KKLR di Sulawesi Tengah. Di bawah kepemimpinannya, KKLR tak hanya bergerak, tetapi melangkah pasti menuju kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat dan daerah. (*)