Ketua Umum KKLR Arsad Kasmar: Demokrasi Tak Membenarkan Anarkisme!

waktu baca 2 menit
Senin, 1 Sep 2025 22:06 0 1223 Redaksi
 

JAKARTA — Situasi kebangsaan Indonesia tengah diuji. Lonjakan harga kebutuhan pokok, kelangkaan beras, serta beban ekonomi yang kian berat membuat keresahan sosial meluas di berbagai daerah.

Gelombang demonstrasi pun bermunculan, namun sebagian di antaranya berubah ricuh akibat ulah kelompok yang memanfaatkan momentum dengan tindakan anarkis.

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPP KKLR), Arsad Kasmar, mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga perantau asal Luwu Raya.

Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban, tidak mudah terprovokasi, serta menolak segala bentuk kekerasan yang merusak citra bangsa.

“Kami himbau agar menjaga ketertiban dan ketenangan di lingkungan masing-masing. Jangan terprovokasi dengan isu-isu yang tidak jelas. Negara kita negara demokrasi, tetapi negara kita sangat tidak setuju dengan adanya anarkis,” tegas Arsad di Jakarta, Senin (1/9).

Menurut Arsad, demokrasi harus dijaga dengan kedewasaan sikap, bukan dirusak dengan tindakan yang merugikan rakyat banyak.

Ia menambahkan, sebagai bagian dari keluarga besar Wija To Luwu, masyarakat perantau memiliki tanggung jawab moral untuk menampilkan wajah yang damai, solid, dan memberi kontribusi positif bagi bangsa.

“Ayo mari kita bersatu membantu pemerintah untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Dan jangan ikut-ikut hal-hal yang dapat mericuhkan bangsa, masyarakat, dan citra keluarga besar kita Wija To Luwu,” ujarnya.

Imbauan ini sekaligus menjadi ajakan agar seluruh masyarakat Luwu Raya berperan aktif menciptakan suasana kondusif, menjunjung tinggi persaudaraan, dan tidak memberi ruang bagi provokasi yang berpotensi memecah belah bangsa. (*)