Pulihkan Towuti, PT Vale Gandeng Akademisi untuk Pastikan Lingkungan Aman

waktu baca 2 menit
Sabtu, 27 Sep 2025 00:44 0 1231 Redaksi
 

TOWUTI – Penanganan pasca kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, memasuki babak baru.

Tidak hanya menyalurkan kompensasi bagi warga, PT Vale Indonesia Tbk juga menggandeng tim akademisi independen untuk memastikan pemulihan berjalan transparan dan berbasis ilmiah.

Sejak masa tanggap darurat berakhir pada 12 September 2025, perusahaan mencatat 284 aduan dari warga enam desa terdampak, yakni Lioka, Wawondula, Baruga, Langkea Raya, Matompi, dan Timampu. Lebih dari separuh telah ditindaklanjuti.

Endra Kusuma, Head of External Relations PT Vale, menegaskan pendekatan ilmiah ini penting untuk meredam keresahan masyarakat.

RDP PT Vale Indonesia dengan DPRD Luwu Timur, Kamis (25/9).

“Kami tidak hanya fokus pada kompensasi, tetapi juga memastikan data dan fakta lapangan bisa dipertanggungjawabkan. Semua dilakukan terbuka dan dapat diverifikasi,” ujarnya.

Kolaborasi dilakukan bersama Disaster Risk Reduction Centre (DRRC) Universitas Indonesia di bawah pimpinan Prof. Fatma Lestari.

Tim DRRC melakukan pengambilan sampel air, tanah, dan udara secara terbuka, dicatat waktu serta koordinatnya, lalu diuji di laboratorium resmi.

RDP PT Vale Indonesia dengan DPRD Luwu Timur, Kamis (25/9).

Hasil uji terakhir (24/9/2025) menunjukkan kadar Merkuri (Hg) dan Chromium (Cr6+) jauh di bawah baku mutu. Temuan ini menjadi dasar bagi pemerintah dan masyarakat untuk memastikan wilayah Towuti tetap aman.

“Kalau masih ada keraguan, kami siap mendampingi. Prinsipnya, semua berbasis sains,” kata Prof. Fatma.

Selain aspek lingkungan, PT Vale bersama Pemkab Luwu Timur juga menyusun klasifikasi dampak berdasarkan tingkat keparahan. Langkah ini diharapkan membuat kompensasi lebih adil dan tepat sasaran.

RDP PT Vale Indonesia dengan DPRD Luwu Timur, Kamis (25/9).

Tidak berhenti di situ, perusahaan juga melanjutkan pembersihan area pinggiran sungai dan memantau kondisi lingkungan bersama warga.

Dengan keterlibatan akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat, pemulihan Towuti diharapkan tidak hanya menyelesaikan insiden, tetapi juga mengembalikan kepercayaan publik bahwa industri dapat berjalan selaras dengan keberlanjutan lingkungan. (*)