MAKASSAR — Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan, Ir. Hasbi Syamsu Ali, MM, menegaskan kembali peran KKLR sebagai organisasi kultural yang lahir dari ikatan emosional, sejarah, dan identitas masyarakat Tana Luwu.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Perayaan Natal Kerukunan Keluarga Pantilang Bastem (K2PB) Makassar 2025 di Graha Pena, Makassar, Sabtu (6/12/2025) malam.
Di hadapan ratusan warga diaspora yang memadati lokasi kegiatan, Hasbi menggambarkan KKLR bukan sekadar organisasi paguyuban, melainkan wadah yang dibangun atas dasar “keterpanggilan batin”.
Ia menyebut KKLR sebagai “organisasi sampulolo”, sebuah istilah yang merujuk pada ikatan primordial khas masyarakat Tana Luwu.
“Kerukunan adalah organisasi keterpanggilan. Saya menyebutnya organisasi sampulolo, karena kita berasal dari rahim leluhur yang sama,” ujar Hasbi, yang disambut tepuk tangan hangat para hadirin.
Menurutnya, kekuatan utama masyarakat Luwu Raya terletak pada rasa kedekatan historis dan kultural yang tetap terjaga meski banyak yang hidup sebagai perantau di kota-kota besar seperti Makassar.
Karena itu, Hasbi mengajak seluruh diaspora untuk terus merawat harmoni dan mempertahankan nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas komunitas Tana Luwu.
“Jaga harmoni sebagai sesama perantau. Jaga harmoni di tengah keberagaman kita,” pesannya.
Di tengah sambutannya, Hasbi juga menyinggung pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kampung halaman, terutama terkait pemanfaatan sumber daya alam (SDA) Tana Luwu.
Ia menekankan bahwa kekayaan alam tersebut harus dikelola secara adil agar manfaatnya dirasakan masyarakat.
“Kita harus menjaga kampung kita di Tana Luwu. SDA kita besar dan banyak pihak luar yang mengincarnya. Semua SDA yang diolah harus memberi manfaat sebesar-besarnya untuk rakyat,” tegasnya.
Selain memperkuat aspek kultural, Hasbi turut menyampaikan perkembangan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya—sebuah agenda historis yang juga berakar dari identitas kedaerahan masyarakat Luwu.
Ia menyebut pembentukan Kabupaten Luwu Tengah sebagai langkah awal yang kini terus diperjuangkan di tingkat nasional melalui FORKONAS CDOB.
Malam itu, perayaan Natal K2PB dihadiri sekitar 400 peserta dari berbagai komunitas Luwu Raya. Hadir pula Sekretaris BPW KKLR Sulsel Asri Tadda, anggota DPRD Sulsel dari Dapil Luwu Raya Ir. Marthen Rantetondok, Pdt. Yosama Maraden Sagala, M.Th, serta Ketua K2PB Makassar Enos Tandi.
Mengakhiri sambutannya, Hasbi menyampaikan apresiasi kepada panitia dan mengucapkan selamat Natal bagi umat Kristiani.
“Selamat Natal 2025 dan Selamat Tahun Baru 2026,” ucapnya. (*)