
BUA – Bupati Luwu, H. Patahudding, mengajak masyarakat untuk mengesampingkan perbedaan politik dan memperkuat kebersamaan demi mendorong pembangunan daerah. Menurutnya, kontestasi politik seharusnya tidak menjadi alasan untuk merenggangkan hubungan sosial di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Patahudding saat bersilaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Bua di Desa Baroa, Minggu (11/10/2026). Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mempererat komunikasi dengan warga sekaligus menyampaikan sejumlah program pembangunan Kabupaten Luwu.
“Silaturahmi politik cukup satu dalam lima tahun. Setelah itu, mari kita jaga hubungan baik, memperkuat kebersamaan, dan bersama-sama membangun Kabupaten Luwu,” ujar Patahudding di hadapan masyarakat.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya membangun kembali semangat persatuan setelah perbedaan pilihan politik. Bagi Patahudding, kemajuan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tanpa terhambat perbedaan pandangan maupun pilihan pada masa pemilihan.
Ia juga mengajak warga menjaga keamanan lingkungan, membina anak-anak agar terhindar dari perkelahian antarkelompok dan judi online, serta menanamkan pola pikir positif kepada generasi muda.
Menurutnya, suasana sosial yang aman dan harmonis menjadi salah satu fondasi penting bagi pelaksanaan pembangunan. Karena itu, masyarakat diharapkan ikut menjaga ketertiban, memperkuat kepedulian sosial, dan membangun lingkungan yang mendukung kemajuan bersama.
Bangun Kebersamaan Lewat Program Nyata
Dalam pertemuan tersebut, Patahudding turut memaparkan sejumlah program pemerintah daerah yang diarahkan untuk memperluas kesempatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di bidang ketenagakerjaan, Pemkab Luwu menjalin kerja sama dengan PT Masmindo Dwi Area untuk pelatihan tenaga kerja. Pemerintah daerah juga merencanakan pengembangan Sekolah Rakyat yang diharapkan dapat digunakan pada 2027.
Sementara itu, pendataan UMKM di Kabupaten Luwu telah mencakup sekitar 8.000 pelaku usaha. Pendataan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengenali kebutuhan pelaku usaha dan mendorong pengembangan ekonomi masyarakat.
Di sektor pertanian, pemerintah daerah membuka peluang pengusulan bantuan rabat jalan tani sepanjang 100 meter untuk 19 titik melalui kelompok tani. Warga juga didorong mengusulkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) melalui Dinas Pertanian.
Untuk pembangunan dan peningkatan jalan, masyarakat dapat menyampaikan kebutuhan melalui program terkait dengan memenuhi persyaratan teknis yang berlaku, termasuk ketentuan lebar jalan enam meter.
Adapun di sektor perikanan, desa-desa pesisir didorong mengusulkan program kampung nelayan melalui Dinas Perikanan. Pengembangan budi daya ikan air tawar juga menjadi peluang yang dapat ditindaklanjuti sesuai skema bantuan dari kementerian terkait.
Patahudding berharap masyarakat memanfaatkan jalur komunikasi dengan pemerintah daerah untuk menyampaikan kebutuhan dan usulan pembangunan. Dengan demikian, aspirasi warga dapat diproses sesuai kewenangan, prioritas, dan ketentuan program yang berlaku.
Pemerintah dan Masyarakat Punya Peran Bersama
Selain pembangunan ekonomi dan infrastruktur, Bupati Luwu juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan desa dan membangun kehidupan sosial yang lebih baik.
Ia menyampaikan rencana pemberangkatan 50 imam masjid se-Kabupaten Luwu dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Patahudding juga berharap pembangunan akses jalan di wilayah Pandoso dapat diselesaikan selama masa kepemimpinannya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu; Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Luwu, Andi Mammang; Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Muh. Rudi; para kepala perangkat daerah; serta kepala desa se-Kecamatan Bua.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Luwu periode 2019–2024, Arbi Arsyad, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati di tengah masyarakat. Ia berharap komunikasi antara pemerintah daerah dan warga terus terjaga agar berbagai aspirasi dapat disampaikan dan ditindaklanjuti dengan baik.
Silaturahmi di Desa Baroa tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Pesan yang disampaikan Patahudding menempatkan kebersamaan sebagai modal penting untuk memastikan pembangunan Kabupaten Luwu berjalan dengan dukungan berbagai elemen masyarakat.
Dengan mengesampingkan perbedaan politik dan mengutamakan kepentingan bersama, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama mewujudkan Luwu yang lebih maju dan sejahtera. (*)