Arsyad Kasmar Dorong Diaspora Luwu Raya Ambil Peran dalam Kebangkitan Ekonomi Kepri

waktu baca 3 menit
Sabtu, 25 Jul 2026 12:46 0 1202 Redaksi
 

BATAM — Ketua Umum BPP Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR), H. Arsyad Kasmar, mendorong diaspora Luwu Raya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk mengambil peran lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang menjadi salah satu gerbang utama Indonesia di kawasan ASEAN.

Pesan itu disampaikan Arsyad saat melantik Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKLR Provinsi Kepulauan Riau masa bakti 2025–2030 di Ballroom Golden Prawn, Bengkong, Batam, Jumat (24/7/2026) malam.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan kepada Capt. Eko Santosa sebagai Ketua BPW KKLR Kepri. Pelantikan juga dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus KKLR tingkat kabupaten dan kota se-Kepulauan Riau.

Menurut Arsyad, posisi strategis Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia menjadikan provinsi tersebut sebagai salah satu simpul penting perdagangan, investasi, dan industri nasional. Karena itu, masyarakat Luwu Raya di perantauan tidak cukup hanya menjaga ikatan kekeluargaan, tetapi juga harus tampil sebagai pelaku pembangunan.

“Kepri, khususnya Batam, merupakan daerah yang sangat istimewa dengan potensi ekonomi yang besar. Warga Luwu Raya harus mampu mengambil peluang itu melalui kerja keras, profesionalisme, dan kontribusi nyata bagi daerah tempat kita mencari nafkah,” ujar Arsyad.

Pelantikan BPW KKLR Kepri dan BDP KKLR Batam

Ia menegaskan, organisasi KKLR harus menjadi wadah yang mampu membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat jejaring ekonomi antarsesama warga Luwu Raya. Semangat gotong royong, menurutnya, harus diarahkan untuk melahirkan pengusaha, profesional, dan generasi muda yang mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan kawasan.

Meski mendorong kemajuan ekonomi, Arsyad mengingatkan bahwa keberhasilan harus tetap berpijak pada nilai-nilai budaya dan kehormatan leluhur.

“Pesan leluhur adalah menjaga nama baik dan kehormatan. Di mana pun kita berada, jadilah pribadi yang membawa manfaat, menjaga persatuan, dan menjadi kebanggaan masyarakat Luwu Raya,” katanya.

Arsyad berharap kepengurusan baru BPW KKLR Kepri mampu menjadi motor penggerak yang mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang kolaborasi di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, dan budaya.

Sementara itu, Ketua BPW KKLR Kepri, Capt. Eko Santosa, menyatakan siap menerjemahkan arahan tersebut melalui program-program organisasi yang lebih produktif. Menurutnya, masyarakat Bugis-Luwu telah lama menjadi bagian dari perjalanan sejarah Kepulauan Riau dan kini berkiprah di berbagai sektor strategis, mulai dari kemaritiman, perdagangan, perikanan hingga dunia usaha.

“Silaturahmi harus menjadi fondasi untuk membangun kekuatan bersama. Dengan jaringan yang kita miliki, saya yakin warga Luwu Raya dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi kemajuan Kepulauan Riau,” ujarnya.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad yang turut menghadiri pelantikan menyampaikan apresiasi atas kontribusi masyarakat Bugis-Luwu dalam pembangunan daerah. Ia menilai keberagaman suku menjadi modal sosial yang memperkuat pertumbuhan Kepri sebagai salah satu provinsi dengan perkembangan ekonomi terbaik di Indonesia.

“Walaupun kita heterogen, seluruh suku hidup rukun. Saya mengajak seluruh warga Luwu Raya terus meningkatkan kapasitas dan bersama-sama mengambil bagian dalam pembangunan Kepulauan Riau,” kata Ansar.

Pelantikan BPW KKLR Kepri berlangsung dalam nuansa kental budaya Bugis dan dihadiri tokoh masyarakat, pengurus KKLR dari berbagai daerah, serta warga Luwu Raya yang bermukim di Kepulauan Riau.

Kepengurusan baru diharapkan mampu menjadi penghubung antardiaspora sekaligus memperkuat kontribusi masyarakat Luwu Raya terhadap kemajuan ekonomi dan pembangunan di wilayah yang menjadi salah satu pintu gerbang Indonesia menuju kawasan ASEAN. (*)