Hamzah Jalante | Ujian Integritas di Puncak Pencapaian (Edisi 18)

waktu baca 3 menit
Kamis, 30 Jul 2026 10:05 0 1173 Redaksi

Bagian 12: Ketika Kerja Keras Menjadi Kepercayaan Publik

 

ALHAMDULILLAH, dengan kerja sama dan dukungan seluruh pihak terkait, serta tim kerja yang solid yang saat itu saya istilahkan sebagai the dream team seluruh rencana strategis yang kami susun dapat berjalan dengan sangat baik dan mencapai target yang telah ditetapkan.

Keberhasilan tersebut tentu tidak hadir secara tiba-tiba. Ia merupakan hasil dari proses panjang yang diawali dengan pembenahan sistem, penguatan komitmen, serta konsistensi dalam menegakkan aturan. Setiap langkah kecil yang dilakukan secara disiplin dan berkesinambungan, pada akhirnya membentuk fondasi yang kokoh bagi tercapainya perubahan yang lebih besar.

Capaian tersebut tidak hanya dirasakan secara internal, tetapi juga terukur secara objektif. Hal ini ditandai dengan hasil Audit atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Palopo Tahun Anggaran 2015 yang untuk pertama kalinya berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Lebih dari itu, capaian tersebut tidak berhenti sebagai prestasi sesaat, tetapi mampu dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya sebagai bentuk konsistensi dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangan daerah.

Di sisi lain, Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan. Proyeksi PAD dalam RPJMD 2013–2018 sebesar kurang lebih Rp.66 miliar pada tahun akhir periode, telah terlampaui lebih awal pada tahun anggaran 2016 dengan realisasi sekitar Rp81 miliar. Bahkan pada tahun 2018, PAD melonjak hingga kurang lebih Rp160 miliar.

Peningkatan tersebut bukan semata karena optimalisasi angka, tetapi juga merupakan hasil dari perbaikan sistem, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Ketika masyarakat melihat adanya transparansi dan akuntabilitas, maka partisipasi pun meningkat secara alami.

Keberhasilan dalam pengelolaan keuangan daerah yang sebelumnya belum pernah diraih oleh Pemerintah Kota Palopo tersebut secara nyata melahirkan kepercayaan publik. Kepercayaan itu tidak hanya tercermin dalam meningkatnya kepatuhan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak yang luas terhadap legitimasi kepemimpinan daerah.

Hal tersebut antara lain tercermin dari terpilihnya kembali Bapak HM. Judas Amir sebagai Wali Kota Palopo pada periode kedua. Ini menunjukkan bahwa kinerja yang baik dan tata kelola yang benar memiliki implikasi langsung terhadap tingkat penerimaan masyarakat terhadap kepemimpinan.

Bagi saya, capaian ini bukan semata keberhasilan individu atau satu perangkat daerah, melainkan hasil dari kerja kolektif yang dilandasi oleh komitmen, integritas, dan kesatuan gerak seluruh elemen pemerintahan. Tanpa adanya keselarasan visi dan keberanian untuk berubah, capaian ini tidak mungkin terwujud.

Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa ketika sistem dibangun dengan benar, didukung oleh data yang akurat, sumber daya manusia yang kompeten, serta kepemimpinan yang konsisten, maka perubahan yang sebelumnya dianggap sulit bahkan mustahil dapat diwujudkan secara nyata.

Namun saya menyadari, bahwa setiap keberhasilan selalu membawa konsekuensi. Ia bukan hanya menghadirkan kepercayaan, tetapi juga membuka ruang bagi ujian yang lebih besar ujian yang tidak lagi terlihat secara kasat mata, tetapi hadir dalam berbagai bentuk yang lebih halus dan menggoda.

Dan ujian itu pun datang. (Baca pada edisi berikutnya).