Pemkab Luwu Gelar Pasar Murah di Bua, Tegaskan Komitmen Jaga Stabilisasi Pangan

waktu baca 2 menit
Kamis, 11 Sep 2025 14:11 0 1212 Redaksi
 

BUA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM), Selasa (9/9/2025), yang kali ini dipusatkan di halaman Kantor Camat Bua.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi menjaga pasokan dan harga pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi di daerah.

Bupati Luwu, H. Patahudding, hadir langsung membuka kegiatan bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Andi Makkawaru, Camat Bua H. Satti Latief, serta unsur Forkopimda dan Bulog. Kehadiran masyarakat di lokasi menunjukkan tingginya antusiasme warga terhadap program tersebut.

Menurut Kadis Ketahanan Pangan, Andi Makkawaru, sepanjang 2025 pihaknya telah melaksanakan GPM di 20 titik berbeda.

“Sejak awal tahun, sebelum Ramadan digelar 12 kali, menjelang Idulfitri 5 kali, dan bulan Agustus kemarin 7 kali. Hari ini menjadi titik ke-7 khusus di Kecamatan Bua,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat GPM juga akan digelar di Walenrang, Lamasi, Lamasi Timur, dan Bajo Barat.

Meski terkendala anggaran yang terbatas—tahun ini hanya Rp10,5 juta, cukup untuk 15 kali kegiatan—Makkawaru menegaskan pihaknya tetap turun ke lapangan.

“Sisanya kami lakukan secara mandiri, karena ini panggilan hati nurani. Apalagi menjelang Natal dan tahun baru biasanya harga bergejolak, jadi kami tetap siap melaksanakan,” ucapnya.

Di hadapan warga, Bupati Patahudding menegaskan pentingnya keterlibatan desa dalam mendukung stabilisasi harga pangan. Ia meminta camat dan kepala desa segera menyiapkan kios pangan desa yang bisa mengakses beras Bulog dengan harga terjangkau.

“Satu desa satu kios pangan. Silakan minta rekomendasi ke Dinas Ketahanan Pangan, izin gratis. Beras bisa diambil seharga Rp11 ribu dan dijual sesuai HET Rp12.500,” katanya.

Soal anggaran, Bupati memastikan dukungan pemerintah tidak akan berkurang. “Kalau usulan penambahan GPM diajukan lebih awal, Insya Allah kami tambah. Tidak ada alasan untuk menahan anggaran kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga memaparkan berbagai program pembangunan yang dialokasikan ke Kecamatan Bua tahun ini. Antara lain, pembangunan rumah sakit regional Rp400 miliar, sekolah rakyat di Labokke Rp250 miliar, penguatan tebing sungai Bua, hingga pembangunan jembatan sekitar Rp10 miliar.

“Kalau ditotal, anggaran yang masuk ke Bua tahun ini mencapai ratusan miliar. Ditambah perbaikan ruas jalan Bua–Toraja yang mulai dikerjakan,” ujarnya.

Tak hanya di Bua, rencana besar juga menanti di Walenrang. Pemerintah sedang menyiapkan pembangunan pabrik penggilingan padi skala besar di atas lahan lima hektare, menunggu persetujuan DPR. “Kalau pabrik ini terwujud, harga gabah petani bisa lebih stabil,” ungkap Patahudding.

Menutup kunjungannya, Bupati meminta Camat Bua segera mengidentifikasi kebutuhan prioritas, termasuk perbaikan drainase Lapangan Bua, agar bisa masuk dalam pembahasan APBD Pokok 2026. (*)