JAKARTA — Perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya memasuki babak baru. Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonomi Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya bersama Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) resmi membuka sekretariat perjuangan di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).
Pembukaan markas koordinasi di ibu kota ini menandai semakin seriusnya langkah para pejuang pemekaran dalam memperkuat konsolidasi nasional, mengintensifkan komunikasi dengan pemerintah pusat, serta mempercepat proses administratif sesuai ketentuan perundang-undangan.
Peresmian sekretariat dihadiri langsung Yang Mulia Paduka Sri Tuanku Datu Luwu ke-40, H. Andi Maradang Mackulau, S.H., Ketua Umum BPP KKLR H. Arsyad Kasmar, S.H., Ketua BPP DOB Provinsi Luwu Raya H. Darwis Ismail, S.T., MMA, perwakilan DPRD Tanah Luwu, serta sejumlah tokoh masyarakat dan unsur pemerintah.

Dalam sambutannya, Datu Luwu menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya merupakan aspirasi historis masyarakat yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun.
“Ini bukan perjuangan sesaat. Sejak lama, masyarakat Luwu Raya menginginkan pemerintahan yang lebih dekat dan pelayanan yang lebih baik. Kami akan terus mengawal aspirasi ini sampai terwujud,” ujar Andi Maradang Mackulau.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan memperkuat dukungan moral maupun sosial dalam proses perjuangan.
Sementara itu, Ketua BPP DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, menilai keberadaan sekretariat di Jakarta menjadi instrumen penting dalam membangun komunikasi yang lebih efektif dengan lembaga negara.
Menurutnya, markas ini akan menjadi pusat koordinasi advokasi kebijakan, penyusunan dokumen kelayakan, serta penguatan kajian akademik.
“Sekretariat ini kami siapkan sebagai pusat kerja profesional. Seluruh dokumen, data, dan kajian akan terintegrasi di sini untuk mendukung proses pemekaran secara objektif dan transparan,” kata Darwis.

Ketua Umum BPP KKLR, H. Arsyad Kasmar, menambahkan bahwa pembukaan sekretariat di ibu kota juga bertujuan memperkuat peran diaspora Luwu Raya dalam mengawal perjuangan.
“Warga Luwu Raya di perantauan, khususnya di Jakarta, memiliki potensi besar untuk memperkuat lobi dan dukungan politik. Ini akan kami maksimalkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, KKLR akan terus mendorong perjuangan pemekaran melalui pendekatan konstitusional, dialogis, dan bermartabat.

Sekretariat BPP DOB dan KKLR tersebut juga dirancang sebagai pusat layanan informasi bagi masyarakat, ruang konsultasi publik, serta wadah koordinasi lintas kabupaten dan kota di wilayah Luwu Raya.
Ke depan, BPP DOB menargetkan penguatan dokumen usulan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, serta intensifikasi komunikasi dengan DPR RI dan kementerian terkait.
Dengan dibukanya markas perjuangan di Jakarta, BPP DOB dan KKLR optimistis proses pembentukan Provinsi Luwu Raya dapat bergerak lebih cepat dan terarah, seiring meningkatnya dukungan politik dan sosial dari berbagai pihak. (*)