Potensi Rumput Laut Luwu Tembus 30 Ribu Ton per Tahun, Bupati Minta Pengelolaan Diperkuat

waktu baca 4 menit
Rabu, 30 Sep 2026 20:09 0 1153 Redaksi
 

BELOPA UTARA — Rumput laut menjadi salah satu potensi ekonomi pesisir yang ingin terus dikembangkan Pemerintah Kabupaten Luwu.

Dengan produksi yang disebut mencapai lebih dari 30.000 ton rumput laut kering per tahun, pemerintah daerah melihat komoditas tersebut masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.

Hal itu disampaikan Bupati Luwu H. Patahudding saat meninjau aktivitas nelayan dan pembudidaya rumput laut di Dusun Mamonta, Desa Seppong, Kecamatan Belopa Utara, Selasa (29/9/2026).

Kunjungan tersebut tidak hanya untuk melihat aktivitas masyarakat pesisir secara langsung, tetapi juga mendengarkan kebutuhan nelayan dan pembudidaya yang selama ini menggantungkan penghasilan dari sektor kelautan dan perikanan.

Kualitas Baik, Tata Kelola Perlu Diperkuat

Patahudding mengatakan rumput laut Luwu memiliki kualitas yang cukup baik dan berpotensi menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.

Namun, menurut dia, potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan nilai ekonomi yang optimal bagi masyarakat. Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah pengelolaan serta tata niaga hasil produksi.

“Rumput laut wilayah kita ini merupakan salah satu rumput laut dengan kualitas terbaik, hanya saja pengelolaannya yang kurang maksimal yang menyebabkan penurunan harga,” kata Patahudding.

Menurutnya, penguatan sektor rumput laut tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Aspek pengelolaan, kualitas hasil panen dan tata niaga juga perlu diperbaiki agar nilai yang diterima pembudidaya semakin baik.

Ratusan Keluarga Bergantung pada Pesisir

Di Dusun Mamonta terdapat sekitar 200 kepala keluarga. Sebagian besar kepala keluarga berprofesi sebagai nelayan, sementara para ibu turut terlibat dalam aktivitas budidaya dan pengikatan bibit rumput laut.

Kondisi tersebut menggambarkan besarnya peran sektor kelautan dan budidaya rumput laut dalam menopang kehidupan masyarakat setempat.

Patahudding menyebut budidaya rumput laut memberikan kontribusi ekonomi yang cukup signifikan. Dalam satu siklus budidaya sekitar 30 hingga 45 hari, hasil panen sebagian pembudidaya dapat mencapai satu ton.

Potensi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah terus mendorong pengembangan kawasan budidaya rumput laut di Luwu.

Secara keseluruhan, produksi rumput laut kering di Kabupaten Luwu disebut telah mencapai lebih dari 30.000 ton per tahun.

Usulan Kawasan Budidaya Diajukan ke KKP

Untuk memperkuat sektor tersebut, Pemkab Luwu juga mulai menjajaki dukungan pemerintah pusat.

Patahudding mengatakan pemerintah daerah telah mengajukan usulan pengembangan lokasi plasma budidaya rumput laut jenis katoni kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

Usulan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan budidaya rumput laut, terutama dari sisi pengembangan kawasan dan peningkatan produktivitas pembudidaya.

Program tersebut sejalan dengan perhatian KKP terhadap pengembangan komoditas rumput laut melalui kawasan budidaya, kampung budidaya, peningkatan kualitas bibit, serta dukungan sarana dan pendampingan bagi pembudidaya.

Dalam dokumen program Direktorat Rumput Laut KKP, Luwu tercatat sebagai salah satu daerah kampung budidaya rumput laut dengan produksi 632.933 ton pada 2023.

Kampung Nelayan Merah Putih Disiapkan

Selain rumput laut, Pemkab Luwu juga menyiapkan sejumlah program yang diarahkan untuk memperkuat kawasan pesisir Desa Seppong.

Salah satunya adalah rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Pemerintah daerah juga menyampaikan rencana pengaspalan jalan untuk mendukung akses masyarakat di kawasan tersebut.

Patahudding mengatakan pemerintah telah meninjau lokasi yang dinilai strategis untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

“Kami berharap nelayan di Dusun Mamonta ini dapat tetap fokus dengan usahanya. Kami sudah meninjau lokasi untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan kami sudah mendapatkan lokasi yang strategis,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan kawasan nelayan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan usaha masyarakat sehingga infrastruktur yang dibangun memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi pesisir.

Dapat Dukungan 10 Kampung Nelayan

Patahudding juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan atas dukungan pembangunan 10 Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Luwu.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kawasan pesisir sekaligus membuka ruang bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat nelayan.

Pemerintah Kabupaten Luwu selanjutnya mendorong agar pengembangan budidaya rumput laut, aktivitas nelayan dan pembangunan infrastruktur pesisir dapat berjalan dalam satu arah.

Dengan potensi produksi rumput laut yang besar dan masyarakat yang telah lama menggantungkan penghidupan pada sektor kelautan, pemerintah daerah menilai penguatan kawasan pesisir perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Turut mendampingi Bupati Luwu dalam kunjungan tersebut Kepala Dinas Perikanan Kasmal, Plt. Kepala Dinas Kominfo-SP Imran, Camat Belopa Utara Tenri Bajo, serta Pj. Kepala Desa Seppong Martono. (*)