
MAKASSAR – Dukungan dunia industri menjadi kunci penting dalam menyiapkan generasi muda menghadapi persaingan kerja. Hal ini tampak dalam Pelatihan Persiapan Memasuki Dunia Kerja yang digelar Kerukunan Keluarga Luwu Timur (KKLT) di Hotel Remcy Makassar pada 30–31 Agustus 2025.
Kegiatan dua hari ini melibatkan 50 peserta terpilih dari kalangan pemuda dan mahasiswa Luwu Timur. Mereka mendapatkan pembekalan langsung dari praktisi sumber daya manusia, konsultan, akademisi, hingga perwakilan perusahaan, termasuk PT Vale Indonesia Tbk (PTVI) sebagai mitra utama.
Dalam sesi materi, La Ode Muhammad Ichman, perwakilan PTVI, menekankan pentingnya budaya kerja perusahaan yang berlandaskan nilai CARES (Compassion, Accountability, Resilience, Excellence, Sustainability).
Ia menyebut nilai tersebut sejalan dengan tuntutan dunia kerja saat ini yang mengedepankan integritas, profesionalisme, serta orientasi keberlanjutan.
“Sumber daya manusia adalah aset utama. Karena itu, Vale konsisten mengembangkan pelatihan, vokasi, dan jalur karier yang memberi ruang besar bagi tenaga kerja lokal,” tegas Ichman.

Ichman juga mengingatkan bahwa dunia kerja kini menghadapi disrupsi teknologi dan persaingan global.
Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan akademik, tetapi juga harus adaptif, kreatif, serta memiliki soft skills yang kuat. “Itu sebabnya pelatihan seperti ini sangat relevan,” tambahnya.
Pesan tersebut disambut baik oleh peserta melalui sesi diskusi yang dipandu Dr Baharuddin Solongi, Dewan Penasihat KKLT.
Diskusi berlangsung interaktif, menghadirkan berbagai pengalaman lapangan sekaligus gambaran nyata tentang dunia kerja modern.
Ketua Umum KKLT, Dr dr Abdul Rahman Rauf Sp.OG(K), menyampaikan apresiasinya atas kontribusi PTVI dan perusahaan lain yang turut mendukung, seperti PT Gunung Verbeck Karebbe, PT Cahaya Berdikari Mandiri, PT Wiratama Karya Nugraha, PT Luwu Timur Gemilang, dan PT Arif Abdullah Perdana.
“Kerja sama ini memberi inspirasi dan menambah optimisme kami bahwa pemuda Luwu Timur dapat lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ungkapnya.
Ketua Panitia, Suryadi Arsyad, menambahkan bahwa tingginya minat peserta menunjukkan kebutuhan besar akan pelatihan serupa.
Karena itu, pihaknya berkomitmen menjadikannya sebagai program rutin yang dikelola lebih profesional di masa mendatang. (*)