Syukuran Bersama Warga Kamanre, Bupati Luwu Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Pascapolitik

waktu baca 3 menit
Kamis, 15 Okt 2026 22:10 0 1152 Redaksi
 

LUWU — Bupati Luwu, H. Patahudding, mengajak masyarakat menjaga persatuan dan tidak membiarkan perbedaan pilihan politik merusak hubungan kekeluargaan. Ia menegaskan, setelah kontestasi politik berakhir, seluruh elemen masyarakat perlu kembali bersatu untuk mendukung pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Patahudding saat menggelar syukuran dan silaturahmi bersama masyarakat Kecamatan Kamanre di kediamannya di Cilallang, Kabupaten Luwu, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus membangun kedekatan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Patahudding juga menegaskan komitmennya untuk membenahi tata kelola pemerintahan dan mendorong kemajuan Kabupaten Luwu. Menurutnya, penempatan pejabat dan penyusunan struktur organisasi pemerintahan harus mempertimbangkan kinerja serta etika.

“Dalam menyusun struktur pemerintahan, ada dua hal utama yang menjadi pertimbangan kami, yaitu kinerja dan etika. Keduanya harus berjalan beriringan. Kepintaran dan pendidikan saja tidak cukup jika tidak disertai etika yang baik,” ungkap Patahudding.

BACA JUGA:  Bupati Luwu Kukuhkan 127 Pejabat, Tegaskan Penataan Organisasi Bukan Promosi Jabatan

Ia menjelaskan, setiap pejabat memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Karena itu, pejabat pemerintah diharapkan mampu menunjukkan kinerja yang baik, menjaga etika, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Perbedaan Politik Jangan Merusak Silaturahmi

Pada kesempatan tersebut, Patahudding turut menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga, kerabat, dan pihak-pihak yang mungkin merasa kurang berkenan selama perjalanan pemerintahan bersama Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevi Bijak Pawindu.

Ia menegaskan, kegiatan syukuran tersebut diselenggarakan sebagai ruang kekeluargaan dan silaturahmi. Karena itu, masyarakat yang ingin hadir dipersilakan untuk bersama-sama meramaikan acara tanpa memandang perbedaan latar belakang maupun pilihan politik.

BACA JUGA:  Luwu Lepas 3.738 Kontingen PGRI, Siap Harumkan Nama Daerah di Porsenijar Sulsel

Patahudding secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak terus membawa perbedaan dukungan politik ke dalam kehidupan keluarga dan hubungan sosial.

“Politik itu cukup sekali dalam lima tahun. Setelah kontestasi selesai, jangan lagi membawa perbedaan pilihan ke dalam hubungan kekeluargaan. Jangan sampai perbedaan politik merusak hati dan silaturahmi kita,” pesannya.

Menurutnya, kemenangan maupun kekalahan dalam kontestasi politik harus diterima dengan lapang dada. Setelah proses politik berakhir, seluruh elemen masyarakat perlu kembali membangun kebersamaan demi kepentingan daerah.

Persatuan Jadi Modal Pembangunan Daerah

Patahudding berharap masyarakat Kabupaten Luwu dapat terus menjaga suasana yang aman, damai, dan kondusif. Ia menilai persatuan dan hubungan harmonis antarmasyarakat menjadi modal penting dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan.

BACA JUGA:  KKLR Sulsel Open Donasi Perbaikan Makam Datu Luwu XV Terendam Banjir di Pattimang Luwu Utara

Melalui kegiatan syukuran dan silaturahmi tersebut, ia berharap hubungan antara pemerintah daerah, keluarga besar, dan masyarakat semakin erat sehingga komunikasi serta kerja sama dalam pembangunan dapat berjalan dengan baik.

Acara itu turut dihadiri Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevi Bijak Pawindu, Ketua TP-PKK Kabupaten Luwu Hj. Kurniah Patahudding, Ketua Bidang I TP-PKK Kabupaten Luwu Nilasari Dhevy, Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyano Wibowo, Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Muhanadas Ulimen, unsur pimpinan pengadilan, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Fadriaty A.S., anggota DPRD Kabupaten Luwu, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, insan pers, serta masyarakat Kecamatan Kamanre. (*)