Milad ke-60 KAHMI, Alumni HMI Palopo Bicara Demokrasi hingga Masa Depan Generasi Muda

waktu baca 3 menit
Senin, 21 Sep 2026 18:04 0 1172 Redaksi
 

PALOPO — Peringatan Milad ke-60 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Kota Palopo diisi dengan refleksi mengenai sejumlah persoalan strategis bangsa, mulai dari tantangan demokrasi, keadilan ekonomi hingga masa depan generasi muda.

Isu-isu tersebut menjadi bahasan utama dalam Diskusi Publik dan Refleksi Kebangsaan yang digelar Majelis Daerah (MD) KAHMI Kota Palopo di Warkop Hypatia, Jalan Mungkasa, Kota Palopo, Minggu (21/9/2026) malam.

Mengangkat tema “Meneguhkan Keislaman dan Keindonesiaan: Peran HMI dalam Menjawab Tantangan Demokrasi, Keadilan Ekonomi, dan Masa Depan Generasi Muda”, forum tersebut mempertemukan jajaran pengurus, alumni, kader, dan keluarga besar KAHMI Kota Palopo.

Koordinator Presidium MD KAHMI Palopo, dr. Abdul Syukur Kuddus, Sp.B., FINACS., MARS, tampil sebagai keynote speaker. Sementara diskusi menghadirkan Presidium MD KAHMI Sulawesi Selatan Prof. Dr. H. Mustari Mustafa, M.Pd. dan Afrianto, S.Pd., M.Si. sebagai narasumber. Jalannya forum dipandu Dr. Fahrul Rizal Rustam, M.Pd.

Diskusi Publik KAHMI Palopo

Demokrasi dan Tantangan Kebangsaan

BACA JUGA:  Ketua KKLR Sulsel Hasbi Syamsu Ali Ikuti Munas VII AABI, Tekankan Penguatan Infrastruktur di Sulsel

Diskusi tersebut menjadi ruang bagi alumni HMI untuk membaca kembali dinamika kehidupan demokrasi sekaligus mendiskusikan posisi organisasi dalam menghadapi perubahan sosial dan politik.

Memasuki usia 60 tahun, KAHMI tidak hanya dihadapkan pada tantangan menjaga kesinambungan organisasi, tetapi juga bagaimana tradisi intelektual dan pengabdian yang tumbuh dari HMI tetap relevan dengan persoalan masyarakat.

Persoalan demokrasi dalam forum tersebut ditempatkan dalam konteks yang lebih luas. Demokrasi tidak semata-mata berkaitan dengan proses elektoral, tetapi juga menyangkut ruang partisipasi masyarakat, kualitas dialog publik, keadilan, serta kemampuan generasi muda mengambil bagian dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.

Karena itu, tradisi diskusi dan pertukaran gagasan dinilai tetap penting untuk menjaga ruang kritis di tengah perubahan zaman.

Keadilan Ekonomi dan Masa Depan Anak Muda

Selain demokrasi, persoalan keadilan ekonomi turut menjadi bagian penting dari pembahasan.

Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan tidak hanya perlu dilihat dari capaian makro, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memperoleh kesempatan yang adil untuk meningkatkan taraf hidup, mendapatkan pekerjaan, mengembangkan usaha, dan mengakses sumber daya.

BACA JUGA:  Darwis Ismail: KSP Jenderal Dudung Nyatakan Dukungan Penuh untuk Provinsi Luwu Raya

Persoalan tersebut memiliki kaitan erat dengan masa depan generasi muda. Perubahan teknologi dan digitalisasi telah membuka banyak peluang baru, tetapi pada saat yang sama menghadirkan tantangan berupa perubahan pola kerja, kompetisi keterampilan, hingga kebutuhan untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Dalam konteks itu, alumni HMI didorong untuk tidak hanya menjadi penonton atas perubahan, tetapi ikut menghadirkan gagasan dan solusi yang dapat menjawab kebutuhan generasi muda.

Diskusi Publik KAHMI Palopo

Meneguhkan Keislaman dan Keindonesiaan

Tema diskusi juga menempatkan keislaman dan keindonesiaan sebagai dua nilai yang menjadi bagian dari identitas perjuangan HMI. Keduanya menjadi perspektif dalam membaca persoalan kebangsaan sekaligus menentukan bentuk kontribusi alumni HMI di tengah masyarakat.

Momentum Milad ke-60 kemudian menjadi ruang untuk memperkuat kembali hubungan antara alumni, kader, dan keluarga besar HMI di Palopo.

BACA JUGA:  MK Diskualifikasi Trisal Tahir, KPU Palopo Diperintahkan Gelar Pemungutan Suara Ulang

“Momentum milad ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk memperkuat silaturahmi sekaligus meneguhkan kembali peran strategis KAHMI bagi umat dan bangsa,” ungkap perwakilan panitia dan pengurus KAHMI Kota Palopo dalam kegiatan tersebut.

Dari Refleksi Menuju Kontribusi

Bagi KAHMI Palopo, diskusi publik tersebut tidak berhenti sebagai forum memperingati usia organisasi. Lebih jauh, kegiatan itu menjadi ruang untuk merefleksikan kontribusi alumni HMI sekaligus membaca tantangan yang akan dihadapi generasi berikutnya.

Memasuki enam dekade perjalanan KAHMI, tantangan ke depan adalah menjaga agar tradisi intelektual, nilai keislaman, dan semangat kebangsaan tetap diterjemahkan ke dalam kerja nyata.

Semangat tersebut dirangkum dalam nilai “Yakin Usaha Sampai” yang menjadi bagian dari identitas perjuangan HMI.

Melalui momentum Milad ke-60, KAHMI Kota Palopo menegaskan kembali pentingnya silaturahmi dan kontribusi pemikiran sebagai bagian dari pengabdian alumni HMI, terutama dalam merespons dinamika demokrasi, persoalan keadilan ekonomi, serta tantangan yang dihadapi generasi muda. (*)