KUALA LUMPUR – Komitmen PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dalam menjaga ekosistem hutan ultrabasa kembali mendapat pengakuan dunia.
Perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Sorowako, Luwu Timur ini meraih Biodiversity Conservation Award – Indonesia pada ajang ESG Business Awards 2025 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Kamis (25/9/2025).
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan PT Vale mengembangkan program pemulihan habitat di kawasan ultrabasa, wilayah unik yang hanya ditemui di area pertambangan nikel dengan tingkat keanekaragaman hayati sangat tinggi namun rentan terhadap degradasi.
Melalui riset intensif bersama akademisi dan praktisi lingkungan, PT Vale mengembangkan teknik revegetasi berbasis spesies endemik.

Selama kurun waktu lima tahun, perusahaan telah merehabilitasi lebih dari 40 hektare lahan ultrabasa, menanam ribuan pohon lokal, sekaligus memperkenalkan metode pembibitan yang lebih adaptif.
“Konservasi ultrabasa adalah tantangan berat karena karakteristik tanahnya sangat ekstrem. Namun, keberhasilan ini menunjukkan bahwa pemulihan ekosistem pascatambang bisa dilakukan dengan pendekatan ilmiah dan kolaboratif,” kata Chief of Technical Management PT Vale, Yusri Yunus.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tak lepas dari dukungan mitra penelitian dari sejumlah perguruan tinggi di Sulawesi Selatan dan lembaga konservasi internasional.
Penghargaan ini melengkapi capaian PT Vale yang juga meraih apresiasi di bidang pengelolaan limbah melalui program EMBERS.
Dua penghargaan sekaligus tersebut menegaskan bahwa PT Vale bukan hanya berfokus pada produksi nikel untuk transisi energi, tetapi juga konsisten menjaga keseimbangan lingkungan.
“Bagi kami, tambang yang berkelanjutan adalah tambang yang meninggalkan warisan ekologi, bukan sekadar hasil produksi,” tegas Yusri. (*)