Halal Bihalal BPP KKLR Jadi Momentum Perkuat Solidaritas Wija to Luwu

waktu baca 2 menit
Senin, 18 Mei 2026 12:34 0 1213 Mubaraq Adlu
 

BEKASI — Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPP KKLR) menggelar Halal Bihalal Wija to Luwu (WTL) wilayah Jabodetabek di Ores.co Coffee & Eatery, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Ahad (17/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi warga Luwu Raya yang berada di perantauan sekaligus memperkuat semangat perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Suasana penuh kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan yang dihadiri ratusan Wija to Luwu dari berbagai daerah di Jabodetabek.

Sejumlah tokoh penting asal Tana Luwu turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Umum BPP KKLR, H. Arsyad Kasmar, SH, bersama istri, Ketua Dewan Penasehat BPP KKLR sekaligus Guru Besar FK UI, Prof. Dr. dr. H. Andi Arus Victor, Sp.M(K), Dewan Kehormatan BPP KKLR Drs. H. Muhtar Luthfi Andi Mutty, M.Si, serta tokoh masyarakat Tana Luwu, Dr. H. Basmin Mattayang Andi Sennu, M.Pd.

Turut hadir pula mantan Bupati Luwu periode 2004–2009 dan 2019–2024, Ir. H. Darwis Darlis, Dewan Pertimbangan BPP KKLR Mr. Tangdu Lakbik, Ketua Umum DPP KKBS Ir. H. Rishcal A. Pasombo, Dewan Pembina BPP KKLR, serta Sekretaris Jenderal BPP KKLR Drs. H. Jaya Lupu.

Rangkaian acara diawali sambutan tuan rumah yang juga Bendahara Umum BPP KKLR, H. Budi Harta Winata, dilanjutkan sambutan Ketua Umum BPP KKLR H. Arsyad Kasmar.

Dalam kesempatan tersebut, para tokoh menekankan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat kebersamaan masyarakat Luwu Raya di perantauan.

Selain menjadi momentum silaturahmi pasca-Idulfitri, kegiatan itu juga disebut sebagai ruang konsolidasi moral untuk terus mengawal aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Sambutan Dewan Kehormatan BPP KKLR disampaikan oleh Drs. H. Muhtar Luthfi Andi Mutty, M.Si atau yang akrab disapa Opu LAM, kemudian dilanjutkan dengan sambutan tokoh masyarakat Luwu Raya, Dr. H. Basmin Mattayang, M.Pd.

Suasana halal bihalal semakin hangat saat Ustaz Muhammad Nur Maulana menyampaikan hikmah halal bihalal dengan gaya khasnya yang komunikatif dan penuh humor.

Kehadiran dai yang dikenal dengan sapaan “Jemaah…” itu menambah semarak acara sekaligus menghadirkan suasana religius dan penuh keakraban di tengah warga Wija to Luwu yang hadir. (*)