
MAKASSAR — Tokoh senior masyarakat Luwu Raya, dr H. Abu Bakar Malinta, menghadiri silaturahmi Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan bersama Anies Baswedan di Makassar, Sabtu (19/9/2026).
Kehadiran dr Abu Bakar yang datang khusus dari Palopo mendapat perhatian khusus dalam forum tersebut. Anies secara langsung menyapa tokoh senior Luwu Raya itu yang duduk di barisan depan bersama sejumlah tokoh dan pengurus Gerakan Rakyat Sulsel.
“Penghargaan saya kepada tokoh-tokoh senior, khususnya yang sudah rela jauh-jauh datang dari Palopo,” kata Anies di hadapan peserta silaturahmi.
Sapaan tersebut menjadi salah satu momen yang menonjol dalam pertemuan yang dihadiri jajaran Gerakan Rakyat, simpatisan, serta sejumlah tokoh masyarakat Sulawesi Selatan.
Bagi Gerakan Rakyat Sulsel, kehadiran dr Abu Bakar memiliki makna tersendiri. Sosok yang dikenal sebagai salah satu figur senior dan pengayom masyarakat Muhammadiyah, khususnya di Kota Palopo, itu dinilai membawa semangat dan pengalaman generasi senior ke dalam ruang silaturahmi yang berlangsung di Makassar.
Ketua DPW Partai Gerakan Rakyat Sulsel, Asri Tadda, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dr Abu Bakar.
“Terima kasih atas kehadiran orang tua kami, Kanda dr Abu Bakar Malinta di acara ini. Ini menunjukkan bahwa semangat kita sama, yakni memperjuangkan perubahan bagi bangsa ini,” ujar Asri.

Dari Palopo Menghadiri Silaturahmi di Makassar
Kehadiran dr Abu Bakar dari Palopo menjadi bagian penting dari silaturahmi yang mempertemukan Anies dengan jaringan Gerakan Rakyat di Sulawesi Selatan.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah proses penguatan struktur Gerakan Rakyat di berbagai daerah. Di Sulawesi Selatan, jaringan yang sebelumnya banyak bertumpu pada relawan sejak Pemilu 2024 kini tengah diarahkan ke dalam struktur organisasi yang lebih permanen.
Dalam konteks itu, keterlibatan tokoh-tokoh senior dinilai penting untuk memperluas ruang komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai kelompok masyarakat.
Anies sendiri dalam pertemuan tersebut menekankan pentingnya Gerakan Rakyat memperluas jangkauan dan tidak hanya bergerak dalam ruang politik.
Ia mengajak para pengurus dan simpatisan untuk menjaga kerukunan, menjangkau berbagai lapisan masyarakat, serta mengambil peran dalam membantu menghadapi persoalan sosial.
“Saya berpesan menjaga kerukunan, menjangkau semua karena kita berharap gerakan perubahan makin hari makin bisa menjangkau semuanya,” ujar Anies.
Ia juga berharap Gerakan Rakyat dapat berkontribusi lebih jauh dalam meringankan beban masyarakat.
“Sedang banyak masalah sosial hari ini dan saya berharap teman-teman di ormas Gerakan Rakyat bisa berbuat lebih banyak lagi supaya meringankan beban masyarakat,” katanya.

Luwu Raya dalam Silaturahmi Gerakan Rakyat
Kehadiran dr Abu Bakar membawa representasi sosial Luwu Raya ke dalam forum yang berlangsung di Makassar.
Sebagai tokoh senior masyarakat Palopo, kehadirannya menjadi bagian dari ruang perjumpaan antara jaringan masyarakat daerah dengan gerakan yang sedang membangun struktur organisasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Bagi Gerakan Rakyat Sulsel, momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi lintas generasi.
Asri mengatakan Gerakan Rakyat dibangun dari berbagai elemen masyarakat, termasuk jaringan relawan yang telah tumbuh sejak Pilpres 2024.
“Basis dari Gerakan Rakyat itu ya elemen relawan sejak Pilpres 2024. Nah, itu kemudian yang kita bangun komunikasi, mencoba memasukkan dalam struktur,” ujarnya.
Transformasi dari jaringan relawan menuju organisasi yang lebih terstruktur menjadi salah satu agenda yang tengah dijalankan Partai Gerakan Rakyat.
Di Sulawesi Selatan, proses pembentukan kepengurusan terus dilakukan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Jaringan tersebut nantinya diharapkan menjadi basis organisasi dalam menghadapi agenda politik berikutnya.
Namun, silaturahmi di Makassar kali ini tidak hanya berbicara mengenai struktur dan agenda politik. Pesan yang mengemuka juga menyangkut pentingnya memperluas keterlibatan masyarakat serta menjaga hubungan antargenerasi.
Pertemuan Lintas Generasi
Bagi dr Abu Bakar, kehadiran dalam forum tersebut sekaligus mempertemukan dirinya dengan generasi dan jaringan masyarakat yang sedang mengambil peran baru dalam dinamika sosial-politik Sulawesi Selatan.
Sementara bagi Gerakan Rakyat, kehadiran tokoh senior dari Luwu Raya memperkaya ruang silaturahmi yang selama ini berkembang dari jaringan relawan menuju organisasi yang lebih terstruktur.
Kehadiran seseorang dalam sebuah forum silaturahmi tentu tidak dengan sendirinya dapat dimaknai sebagai pernyataan dukungan politik terhadap agenda tertentu. Namun, perjumpaan tersebut menunjukkan adanya ruang komunikasi yang terbuka antara tokoh masyarakat, jaringan organisasi, dan figur publik dalam membicarakan berbagai persoalan bangsa.
Dari Palopo ke Makassar, kehadiran dr Abu Bakar Malinta menjadi bagian dari dinamika tersebut.
Di tengah upaya Gerakan Rakyat memperluas jejaringnya di Sulawesi Selatan, kehadiran tokoh senior Luwu Raya itu menjadi pengingat bahwa membangun sebuah gerakan tidak hanya membutuhkan struktur, tetapi juga hubungan sosial, pengalaman, dan komunikasi lintas generasi. (*)