Tujuh Tuntutan dan Ada Berita Acara, Aliansi Tani Lutim Tagih Tindak Lanjut Bertemu Bupati

waktu baca 3 menit
Senin, 28 Sep 2026 21:12 0 1171 Redaksi
 

LUWU TIMUR — Empat hari setelah menyampaikan tujuh tuntutan dalam audiensi memperingati Hari Tani Nasional (HTN), Aliansi Tani Luwu Timur menagih tindak lanjut berupa pertemuan langsung dengan Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam.

Aliansi menilai pertemuan dengan Bupati penting untuk memastikan berbagai tuntutan yang telah disampaikan tidak berhenti pada audiensi dan berita acara.

Ketua Aliansi Tani Luwu Timur, Amrullah, mengatakan, pihaknya datang ke Kantor Bupati Luwu Timur pada 24 September 2026 dengan tujuan utama menyampaikan aspirasi kepada Bupati dan Wakil Bupati.

Namun, keduanya disebut sedang berada di luar daerah. Massa kemudian diterima oleh Muh. Yusri dan Muh. Said yang mewakili pemerintah daerah.

“Kami datang ke Kantor Bupati pada 24 September untuk menyampaikan tuntutan kami. Awalnya kami menargetkan bertemu langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati, tetapi keduanya sedang berada di luar daerah, sehingga kami diterima oleh Pak Yusri dan Pak Said,” ujar Amrullah.

BACA JUGA:  Meski Tumbang dari Bank Sulselbar FC, PS Luwu Tetap Lolos ke Delapan Besar Piala Soeratin U-17

Ada Berita Acara dan Komitmen Menyampaikan Tuntutan

Dalam audiensi tersebut, Aliansi Tani Lutim menyampaikan tujuh tuntutan yang berkaitan dengan persoalan pertanahan, konflik agraria, serta kondisi kehidupan petani di Luwu Timur.

Selain tujuh tuntutan tersebut, terdapat dua poin tambahan dalam hasil audiensi. Salah satunya adalah permintaan agar Aliansi dapat bertemu langsung dengan Bupati Luwu Timur.

Poin lainnya berkaitan dengan pernyataan perwakilan pemerintah daerah yang menyatakan akan menyampaikan seluruh tuntutan Aliansi kepada Bupati.

Bagi Aliansi, keberadaan berita acara menjadi dasar untuk meminta kejelasan mengenai tindak lanjut dari pertemuan tersebut.

BACA JUGA:  Pagelaran Budaya Warnai Pembukaan Musyawarah Adat Padoe di Luwu Timur

“Kami tidak hanya datang untuk menyampaikan aspirasi. Ada berita acara dan ada tuntutan yang harus ditindaklanjuti. Karena itu, kami ingin ada kepastian kapan kami bisa bertemu langsung dengan Bupati,” kata Amrullah.

Menunggu Kepastian Pertemuan

Hingga Senin, 28 September 2026, atau empat hari setelah audiensi, Aliansi Tani Lutim mengaku belum memperoleh informasi mengenai jadwal pertemuan lanjutan dengan Bupati.

Amrullah mengatakan pihaknya masih membuka ruang komunikasi dengan pemerintah daerah. Namun, kepastian pertemuan diperlukan agar persoalan yang mereka sampaikan mendapat respons lebih lanjut.

Menurut dia, tujuh tuntutan tersebut tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan berkaitan dengan persoalan yang selama ini dihadapi petani, terutama menyangkut lahan dan konflik agraria.

BACA JUGA:  Tiga Pekan Pasca-Insiden, Towuti Pulih Berkat Solidaritas Warga dan Perusahaan

Karena itu, Aliansi berharap pemerintah daerah tidak berhenti pada penerimaan aspirasi, tetapi memberikan kejelasan mengenai langkah penyelesaiannya.

“Kami masih menunggu kepastian. Yang kami butuhkan bukan sekadar berita acara, tetapi tindak lanjut yang jelas terhadap tuntutan yang sudah kami sampaikan, termasuk pertemuan langsung dengan Bupati,” ujarnya.

Aliansi Tani Lutim menyatakan akan tetap menempuh jalur komunikasi dan dialog. Namun, apabila tidak ada kepastian tindak lanjut, mereka membuka kemungkinan kembali menyampaikan aspirasi melalui aksi damai.

Bagi Aliansi, kepastian pertemuan dengan Bupati menjadi bagian penting dari proses menindaklanjuti tujuh tuntutan yang telah disampaikan dalam momentum Hari Tani Nasional tersebut. (*)