Ketua KKLR Sulsel Hasbi Syamsu Ali: Jangan Biarkan Krisis Air Memecah Persaudaraan Luwu Raya

waktu baca 4 menit
Selasa, 3 Nov 2026 19:17 0 1152 Redaksi
 

PALOPO — Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Sulawesi Selatan, Ir. H. Hasbi Syamsu Ali, MM, mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak membiarkan persoalan krisis air bersih di Kota Palopo berkembang menjadi konflik yang merusak persaudaraan masyarakat Luwu Raya.

Pesan tersebut disampaikan Hasbi menyikapi kericuhan dalam aksi Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Luwu Raya di depan Kantor Perumda Tirta Mangkaluku (PAM-TM) Kota Palopo pada 2–3 November 2026. Dalam insiden itu, puluhan mahasiswa dan staf PAM-TM dilaporkan mengalami luka.

Dari Inggris, Selasa (3/11/2026), Hasbi menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut sekaligus mengajak mahasiswa, manajemen Perumda, pemerintah, dan masyarakat untuk menahan diri serta mengedepankan dialog.

“Kami sangat prihatin. Mahasiswa adalah anak-anak kita, dan karyawan serta petugas keamanan Perumda juga saudara kita sendiri. Tidak ada yang diuntungkan ketika sesama keluarga Luwu Raya saling melukai,” ujar Hasbi.

Menurutnya, persoalan distribusi air bersih merupakan masalah serius karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Aspirasi warga, termasuk yang disampaikan melalui aksi demonstrasi, harus dihormati dan ditindaklanjuti dengan langkah konkret.

Namun, Hasbi menegaskan bahwa penyampaian aspirasi maupun respons terhadap kritik tidak boleh berujung pada kekerasan.

“Menyampaikan pendapat adalah hak warga negara dan harus dihormati. Keluhan soal air bersih harus didengar dan dijawab dengan langkah konkret, bukan dengan kekerasan,” katanya.

BACA JUGA:  HUT Lutim ke-21, Ketua KKLR Sulsel: Lutim Harus Bisa Jadi Lokomotif Pembangunan Teluk Bone

Krisis Air Jangan Mengorbankan Persaudaraan

Hasbi mengingatkan bahwa masyarakat Palopo, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur memiliki ikatan sejarah, adat, dan kekerabatan yang kuat. Karena itu, persoalan pelayanan publik semestinya tidak membuat sesama warga Luwu Raya saling berhadapan.

Sebagai organisasi yang menaungi keluarga besar diaspora Luwu Raya, KKLR memandang pentingnya menjaga hubungan persaudaraan di tengah perbedaan pandangan dan kepentingan.

Hasbi secara khusus mengajak seluruh pihak kembali menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal, terutama sipakatau (saling memanusiakan) dan sipakalebbi (saling memuliakan).

“Dalam keluarga, perbedaan pendapat boleh keras, tetapi harus diselesaikan dengan duduk bersama. Nilai sipakatau dan sipakalebbi yang kita warisi dari leluhur harus hidup di saat seperti ini,” ujarnya.

Menurut Hasbi, nilai-nilai tersebut tidak cukup hanya menjadi semboyan budaya. Keduanya harus tercermin dalam sikap dan tindakan, terutama ketika masyarakat menghadapi persoalan yang berpotensi menimbulkan ketegangan.

Ia juga menyampaikan simpati kepada mahasiswa yang mengalami luka dan berharap seluruh korban segera pulih.

Semua Pihak Diminta Buka Ruang Dialog

Untuk meredakan situasi, Hasbi meminta mahasiswa dan GAM Luwu Raya tetap menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Ia mengingatkan agar tidak ada tindakan balasan yang berpotensi memicu bentrokan susulan.

BACA JUGA:  Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Buka Puasa Bersama KKLR Sulsel, Tegaskan Pentingnya Solidaritas

Di sisi lain, manajemen, karyawan, dan petugas keamanan PAM-TM juga diminta tidak merespons kritik dengan tindakan fisik. Manajemen Perumda diharapkan segera memberikan penjelasan resmi dan membuka ruang dialog dengan mahasiswa serta pelanggan yang terdampak persoalan pelayanan air bersih.

KKLR menilai dialog perlu diarahkan pada penyelesaian persoalan mendasar, bukan sekadar meredakan ketegangan sesaat. Pemerintah Kota Palopo juga diharapkan mengambil peran aktif dalam mengevaluasi pelayanan dan menyiapkan langkah penanganan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan air.

Hasbi mengingatkan bahwa kondisi kekeringan akibat El Nino dapat memperberat persoalan ketersediaan air bersih dan meningkatkan kerentanan sosial masyarakat.

“Dalam kondisi seperti ini, kita harus saling menjaga, bukan saling menyalahkan,” tegasnya.

KKLR Hormati Proses Hukum

Terkait insiden tersebut, KKLR menghormati langkah perwakilan GAM Luwu Raya yang telah mendatangi Polres Palopo untuk menyampaikan laporan serta menjalani visum.

Hasbi berharap setiap laporan yang masuk diproses berdasarkan bukti, secara profesional, adil, dan tanpa tekanan dari pihak mana pun.

Di sisi lain, KKLR mencatat manajemen PAM-TM belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut hingga pernyataan ini disampaikan. Karena itu, semua pihak diminta tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum fakta terungkap secara utuh.

BACA JUGA:  RSUD Haji Makassar Launching Mustika Gen Emas 2045, Targetkan Stunting di Sulsel Turun di Bawah 10%

KKLR Sulsel juga menyampaikan sejumlah imbauan kepada pihak-pihak terkait. Kepada mahasiswa, organisasi ini meminta agar aspirasi tetap disampaikan secara damai dan mengutamakan jalur dialog serta hukum. Kepada pihak Perumda, KKLR mendorong keterbukaan informasi dan perbaikan pelayanan.

Pemerintah Kota Palopo diminta mengevaluasi persoalan distribusi air bersih, termasuk menyiapkan solusi darurat selama El Nino dan mempertimbangkan tuntutan kompensasi bagi pelanggan terdampak. Sementara itu, aparat kepolisian diharapkan menjaga situasi tetap kondusif dan menangani laporan secara profesional serta transparan.

KKLR juga mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau komentar provokatif di media sosial. Tokoh adat, tokoh masyarakat, dan keluarga besar Luwu Raya diharapkan ikut menjadi jembatan komunikasi untuk meredakan suasana.

Menutup pernyataannya, Hasbi mengajak seluruh masyarakat untuk saling membantu warga yang mengalami kesulitan air. Ia berharap persoalan pelayanan publik tersebut segera menemukan penyelesaian tanpa mengorbankan persaudaraan.

Bagi Hasbi, krisis air bersih harus menjadi momentum untuk memperbaiki pelayanan dan memperkuat solidaritas, bukan alasan bagi masyarakat Luwu Raya untuk saling bermusuhan.

“Jangan sampai persoalan air bersih membuat kita lupa bahwa kita semua bersaudara,” demikian pesan yang menjadi penekanan KKLR Sulsel. (*)