Halalbihalal Wija to Luwu Jadi Ajang Konsolidasi Besar Perjuangan Provinsi Luwu Raya

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Mar 2026 22:08 0 1207 Redaksi
 

MAKASSAR — Kegiatan Halalbihalal (HBH) Wija to Luwu 2026 diproyeksikan menjadi ajang konsolidasi besar dalam mendorong perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Agenda ini akan digelar pada Sabtu, 18 April 2026 di Gedung Graha Pena Fajar, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Penjadwalan ulang kegiatan dari sebelumnya 4 April 2026 diputuskan melalui rapat koordinasi panitia, Sabtu (28/3), guna memastikan kesiapan teknis sekaligus memaksimalkan partisipasi berbagai pihak.

Rapat tersebut dihadiri Ketua BPW KKLR Sulawesi Selatan, Hasbi Syamsu Ali, Sekretaris BPW KKLR Sulsel Asri Tadda, Ketua Panitia Ir Ahmad Huzain, serta jajaran kepanitiaan lainnya.

Dalam arahannya, Hasbi menegaskan bahwa Halalbihalal Wija to Luwu tahun ini dirancang bukan sekadar menjadi ruang silaturahmi, tetapi sebagai momentum strategis untuk menyatukan kekuatan seluruh elemen masyarakat Luwu Raya.

“Ini adalah momentum besar untuk mengonsolidasikan seluruh kekuatan dalam perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Kita ingin semua stakeholder bisa hadir dan menyatukan langkah,” ujarnya.

Satukan Stakeholder Luwu Raya

Panitia menargetkan kehadiran berbagai unsur penting, mulai dari kepala daerah se-Luwu Raya, pimpinan dan anggota DPRD, hingga tokoh adat dan elemen masyarakat.

Kegiatan Halalbihalal (HBH) Wija to Luwu 2026 diproyeksikan menjadi ajang konsolidasi besar dalam mendorong perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Selain itu, undangan juga akan diarahkan kepada Datu Luwu serta unsur Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Luwu Raya (BPP-DOB) sebagai bagian dari penguatan gerakan kolektif.

Tema yang diusung, “Merajut Ukhuwah, Memperkuat Arah Perjuangan Provinsi Luwu Raya,” dinilai mencerminkan kebutuhan akan soliditas dan kesamaan visi dalam mendorong terbentuknya daerah otonom baru tersebut.

Perpaduan Konsolidasi dan Spiritualitas

Tidak hanya fokus pada konsolidasi organisasi, kegiatan ini juga akan dirangkaikan dengan dzikir dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual.

Menurut Hasbi, perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya tidak hanya membutuhkan kekuatan politik dan sosial, tetapi juga dukungan spiritual agar setiap langkah mendapat kemudahan.

“Semua ikhtiar kita lakukan, termasuk melalui doa bersama, agar perjuangan ini mendapat ridho dan jalan terbaik,” katanya.

Peran Diaspora Wija to Luwu

Hasbi juga menekankan pentingnya keterlibatan diaspora Wija to Luwu, khususnya yang berdomisili di Makassar dan sekitarnya, dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia menilai, kekuatan diaspora menjadi salah satu elemen penting dalam memperkuat jejaring dan dukungan terhadap perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Dengan konsep yang dirancang lebih inklusif dan terarah, Halalbihalal Wija to Luwu 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi titik temu strategis untuk memperkuat konsolidasi dan memperjelas arah perjuangan ke depan. (*)