
BELOPA — Pemerintah Kabupaten Luwu menyatakan dukungan penuh kepada kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Luwu yang akan berlaga pada Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah Guru (Porsenijar) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Dukungan tersebut ditandai dengan pelepasan kontingen oleh Bupati Luwu, Patahudding, di Halaman Kantor Bupati Luwu, Senin (29/6/2026).
Momentum itu sekaligus menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperkuat solidaritas antarguru, serta mendukung pengembangan prestasi di bidang olahraga, seni, dan inovasi pendidikan.
Ketua PGRI Kabupaten Luwu, Sukiman Sitma, mengatakan keikutsertaan kontingen Luwu bertujuan mengembangkan potensi guru di berbagai bidang sekaligus membawa nama baik Kabupaten Luwu di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Menurutnya, kontingen PGRI Kabupaten Luwu akan mengikuti berbagai cabang olahraga, antara lain futsal, bola voli, sepak takraw, bulu tangkis, tenis lapangan, tenis meja, petanque, pickleball, dan catur.
Sementara pada bidang seni dan ilmiah, para peserta akan berkompetisi dalam paduan suara, vokal solo, vokal grup, melukis, mendongeng, tari tunggal, tari kreasi, pengucapan ikrar guru, stand up comedy, inovasi pembelajaran, hingga Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).
Sebanyak 3.738 orang tergabung dalam kontingen PGRI Kabupaten Luwu. Jumlah tersebut terdiri atas 125 atlet dan peserta seni, 24 pelatih dan official, 54 pendamping serta pengurus, dan 3.535 rombongan pendukung yang akan memberikan semangat selama pelaksanaan kegiatan di Sidrap.
Sukiman mengungkapkan, seluruh pembiayaan keberangkatan kontingen berasal dari partisipasi, swadaya, dan semangat gotong royong anggota PGRI se-Kabupaten Luwu.
“Ini menjadi bukti tingginya rasa kebersamaan dan komitmen para guru untuk membawa nama baik Kabupaten Luwu di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Luwu, Patahudding, mengapresiasi semangat para guru yang terus berkontribusi mengharumkan nama daerah melalui ajang Porsenijar.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi, memperkuat komunikasi, dan membangun kebersamaan antarguru dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
“Porsenijar bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan antarpendidik. Tunjukkan bahwa insan pendidikan Kabupaten Luwu memiliki etika, budaya, sportivitas, dan mampu menjadi teladan,” kata Patahudding.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kesehatan, kekompakan, dan sportivitas selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Kabupaten Sidrap.
Selain memberikan dukungan kepada kontingen, Patahudding menyatakan kesiapan Kabupaten Luwu menjadi tuan rumah Porsenijar PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2028.
Menurutnya, kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu dalam mendukung pengembangan dunia pendidikan sekaligus mempererat hubungan antarguru se-Sulawesi Selatan.
“Kabupaten Luwu siap menjadi tuan rumah Porsenijar Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2028,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Luwu berharap keikutsertaan kontingen PGRI tidak hanya menghasilkan prestasi di berbagai cabang lomba, tetapi juga memperkuat kolaborasi antarguru, mendorong lahirnya inovasi pembelajaran, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Luwu.
Pelepasan kontingen turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Luwu Ahmad Gazali, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Andi Palanggi, serta jajaran pengurus PGRI Kabupaten Luwu. (*)