Pagelaran Budaya Warnai Pembukaan Musyawarah Adat Padoe di Luwu Timur

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Mar 2026 15:23 0 1266 Redaksi
 

WASUPONDA – Pagelaran budaya mewarnai pembukaan Musyawarah Adat Padoe yang digelar di Lapangan Karelai, Kecamatan Wasuponda, Jumat (27/3/2026).

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian musyawarah adat yang diikuti masyarakat Padoe dari berbagai wilayah.

Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, yang didampingi tokoh adat, unsur Forkopimda, anggota DPRD, serta jajaran pemerintah daerah.

Sejumlah pertunjukan budaya ditampilkan untuk memeriahkan kegiatan tersebut, mulai dari tarian tradisional, devile budaya, hingga drama kolosal yang mengangkat sejarah dan perjuangan masyarakat Suku Padoe.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak awal acara. Warga memadati Lapangan Karelai untuk menyaksikan langsung pagelaran budaya yang menjadi bagian dari pembukaan Musyawarah Adat Padoe.

Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap partisipasi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah.

Menurutnya, kegiatan adat seperti Musyawarah Adat Padoe tidak hanya menjadi forum musyawarah, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya dan penguatan nilai-nilai kebersamaan masyarakat.

“Saya bangga melihat semangat masyarakat. Ini menunjukkan bahwa budaya masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk ikut berperan dalam menjaga dan melestarikan budaya sebagai warisan leluhur.

Pembukaan Musyawarah Adat Padoe

Sementara itu, Mohola Padoe, Meriban Malotu, menyampaikan bahwa Musyawarah Adat Padoe menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan masyarakat serta merumuskan arah pembangunan komunitas ke depan.

Menurutnya, kegiatan adat tidak hanya dimaknai sebagai tradisi tahunan, tetapi juga sebagai ruang mempererat silaturahmi dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga identitas budaya.

Pagelaran budaya yang ditampilkan dalam pembukaan tersebut menjadi simbol bahwa tradisi dan adat istiadat masih hidup dan terus dijaga oleh masyarakat Padoe di tengah perkembangan zaman.

Musyawarah Adat Padoe sendiri dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan agenda pembahasan berbagai hal terkait adat, budaya, serta penguatan peran masyarakat adat dalam pembangunan daerah. (*)