Hasbi Syamsu Ali: Spirit ‘Curun-Curun’ Perkuat Perjuangan Mewujudkan Provinsi Luwu Raya

waktu baca 3 menit
Minggu, 19 Apr 2026 01:29 0 1217 Redaksi
 

MAKASSAR — Ketua BPW Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan, Ir Hasbi Syamsu Ali, MM menegaskan bahwa semangat curun-curun atau gotong royong pembiayaan oleh Wija to Luwu menjadi kekuatan utama dalam memperkuat perjuangan mewujudkan Provinsi Luwu Raya.

Pernyataan itu disampaikan dalam momentum Halalbihalal Wija to Luwu (WTL) 2026 yang dirangkaikan dengan Dzikir Akbar dalam rangka peringatan Hari Perjuangan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80, di Gedung Graha Pena Makassar, Sabtu (18/4/2026).

Menurut Hasbi, pelaksanaan kegiatan tersebut sepenuhnya didukung oleh kontribusi sukarela diaspora Luwu Raya tanpa melibatkan donasi dari perusahaan besar.

“Untuk kegiatan HBH kali ini, murni curun-curun dari WTL semuanya, tidak menerima donasi dari Vale, Masmindo atau BMS seperti biasa. Harapannya, ke depan perusahaan-perusahaan besar ini bisa memberi kontribusi yang jauh lebih besar untuk perjuangan Provinsi Luwu Raya,” ujarnya.

Ia menilai, semangat curun-curun bukan sekadar bentuk partisipasi finansial, tetapi juga mencerminkan kuatnya solidaritas dan komitmen kolektif masyarakat Luwu Raya dalam mendorong pemekaran daerah.

“Kita ingin merajut kembali energi yang terurai, memperkuat kebersamaan, dan membangun sinergi untuk tujuan besar bersama, mempercepat terwujudnya Provinsi Luwu Raya,” tegasnya.

Halalbihalal WTL 2026 yang mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Memperkuat Spirit Perjuangan Provinsi Luwu Raya” ini dihadiri sekitar 500 peserta dari berbagai elemen, mulai dari unsur pemerintah, anggota legislatif, kepala daerah, akademisi, tokoh adat, hingga organisasi kemasyarakatan dan pemuda.

Ketua panitia, Ir Ahmad Huzaen, menyebut tingginya partisipasi sebagai indikator kuatnya ikatan emosional dan solidaritas Wija to Luwu.

“Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan masyarakat Luwu Raya masih sangat terjaga,” katanya.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi untuk menyatukan arah perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Dukungan terhadap pemekaran turut disampaikan sejumlah kepala daerah dan tokoh masyarakat yang hadir, dengan penekanan pada pentingnya pendekatan yang terukur dan kehati-hatian.

Pada kesempatan tersebut juga disosialisasikan Program Serbu Luwu Raya, yakni kampanye donasi publik untuk menghimpun dukungan pembiayaan perjuangan pembentukan provinsi baru.

Naskah Akademik dan Diskusi

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penyerahan naskah akademik pembentukan Provinsi Luwu Raya dari tim Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo kepada Ketua Badan Pekerja Pemekaran (BPP) DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, ST., MMA.

Rektor Unanda, Dr. Ir. H. Anas Boceng, M.Si, menjelaskan bahwa dokumen setebal hampir 700 halaman tersebut merupakan hasil kajian komprehensif yang melibatkan sekitar 20 akademisi selama empat bulan.

“Dokumen ini membuka ruang alternatif, tidak hanya melalui pendekatan administratif konvensional, tetapi juga strategi nasional sesuai regulasi,” jelasnya.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan diskusi tematik bertajuk “Progres dan Tantangan Pembentukan Provinsi Luwu Raya” yang dipandu Udhi Syahruddin Hamun.

Hadir sebagai narasumber antara lain akademisi Unhas Dr Hasrullah, Wakil Rektor IV Unanda sekaligus Koordinator Tim Penyusun Kajian Akademik Dr Abdul Rahman Nur, serta Ketua BPP DOB Luwu Raya H. Darwis Ismail.

Dalam diskusi tersebut, para pembicara menegaskan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya merupakan kebutuhan strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat kesejahteraan masyarakat.

Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sektor kelautan, kehutanan, hingga energi, Luwu Raya dinilai memiliki kapasitas kuat untuk berdiri sebagai provinsi mandiri.

Melalui semangat curun-curun yang terus terjaga, KKLR Sulsel optimistis perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya akan semakin solid dan terarah. (*)