
MAKASSAR — PS Luwu harus mengakui keunggulan Bank Sulselbar FC dengan skor 1-2 pada laga terakhir Grup A Piala Soeratin U-17 Sulawesi Selatan 2026 di Lapangan Bhayangkara SPN Polda Sulsel, Jumat (14/8/2026).
Kekalahan tersebut membuat PS Luwu finis sebagai runner-up Grup A. Sementara Bank Sulselbar FC memastikan diri keluar sebagai juara grup.
Meski gagal mempertahankan posisi puncak, hasil itu tidak mengubah langkah PS Luwu di turnamen. Dua kemenangan yang diraih sebelumnya sudah cukup mengantarkan Laskar Sawerigading Muda ke babak delapan besar.
Pelatih PS Luwu, Tasrip, mengungkapkan timnya memang tidak menurunkan kekuatan utama dalam pertandingan terakhir. Lima pemain inti sengaja disimpan untuk menjaga kondisi fisik menghadapi fase gugur.
“Laga ini sengaja kami turunkan lapis kedua, jadi wajar saja kalau hasilnya tidak sesuai target. Memang lima pemain inti kami tidak dimainkan,” kata Tasrip.
Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari strategi tim menghadapi babak delapan besar. Menurut Tasrip, kekalahan itu tetap menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki permainan sebelum memasuki fase yang lebih menentukan.
“Ini menjadi modal penting untuk memperbaiki tim di babak delapan besar. Insyaallah kami optimistis akan terus melaju sesuai target, yakni sampai semifinal,” ujarnya.
Dua Kemenangan Jadi Modal
Manajer PS Luwu, Suparmin Sabra, menilai skor 1-2 pada laga terakhir tidak dapat dijadikan gambaran mengenai kekuatan penuh timnya.
Sebelum menghadapi Bank Sulselbar FC, PS Luwu telah mengantongi dua kemenangan di fase grup. Tim juga sejak awal telah bersepakat memberikan kesempatan bermain kepada sejumlah pemain pelapis pada pertandingan ketiga.
“Dua kemenangan di fase grup adalah bukti kami bisa meraih hasil yang baik. Kekalahan ini wajar karena pemain yang diturunkan rata-rata pemain cadangan,” kata Suparmin.
Menurut dia, PS Luwu sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga peluang finis sebagai juara Grup A.
“Target kami sebenarnya berharap seri saja. Karena kalau kami seri, kami sudah berada di posisi juara grup. Tetapi kondisi berubah pada pertandingan terakhir,” ujarnya.
Kini perhatian tim sepenuhnya diarahkan ke babak delapan besar. Suparmin memastikan pemain-pemain inti yang sebelumnya diistirahatkan akan kembali dimainkan.
“Untuk babak delapan besar ini kami insyaallah akan turun dengan dream team, dengan full team. Kami akan memaksimalkan kemampuan individual dan kolektivitas tim untuk memenangkan pertandingan dan maju ke semifinal. Target saya semifinal,” tegasnya.
Persiapan Terbatas, Dukungan Jadi Kekuatan
Suparmin mengakui persiapan PS Luwu menghadapi Piala Soeratin U-17 2026 belum sepenuhnya ideal. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan motivasi para pemain.
Dukungan masyarakat Luwu, Pemerintah Kabupaten Luwu, KONI, serta sejumlah tokoh masyarakat disebut menjadi tambahan energi bagi tim selama menjalani turnamen.
“Kendati persiapan kurang, itu tidak menyurutkan semangat dan spirit fighting anak-anak. Alhamdulillah, berkat doa masyarakat Luwu, dukungan beberapa tokoh masyarakat, Pemda dan KONI, semuanya bisa memberikan support sehingga pemain mampu menjalankan tugasnya dengan baik,” katanya.
Untuk menghadapi babak delapan besar, jajaran pelatih mulai menyiapkan kembali komposisi terbaik. Tasrip bersama asistennya, Yayad, akan menentukan susunan pemain berdasarkan kondisi fisik serta kebutuhan taktik tim.
“Yang pastinya dream team yang akan diturunkan, full team. Kenapa tadi kami turunkan pemain pelapis? Karena kami menjaga kebugaran pemain inti,” ujar Suparmin.
Dengan tiket delapan besar di tangan, PS Luwu kini menatap fase gugur dengan target lebih tinggi. Siapa pun lawan yang akan dihadapi, Suparmin memastikan timnya siap bertarung untuk mengamankan tiket semifinal.
“Siapa pun lawan di babak delapan besar, insyaallah bisa kami menangkan dengan kekuatan tim yang ada,” pungkasnya. (*)